
Desa Limbangan, Kabupaten Kendal --- Mahasiswa KKN UNNES Tim Giat 16 Desa Limbangan menciptakan inovasi desa terhadap lingkungan dalam pengolahan limbah, baik organik maupun non organik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa Limbangan yaitu perkebunan kopi dan pemilahan bank sampah oleh warga yang perlu dikembangkan. Sehingga terciptalah gagasan inovasi desa yaitu pengolahan limbah kulit kopi menjadi arang briket dan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik. Inovasi ini merupakan kesatuan dari tiga gagasan kami yang bernilai ekonomi yaitu Limbangan Smart Circular Economy.
Kegiatan ini disosialisasikan kepada masyarakat Desa Limbangan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Balai Desa Limbangan. Dihadiri oleh perangkat desa, kader PKK, karang taruna, dan kelompok tani. Dengan harapan potensi yang sudah ada dapat membuka peluang ekonomi untuk masyarakat dan menjadi usaha dalam menjaga lingkungan. Biasanya limbah kopi hanya dibuang atau menjadi pakan ternak. Padahal setiap harinya ada puluhan kilo limbah kopi dari hasil penyelepan petani. Melalui proses yang sederhana mulai dari karbonisasi hingga pengeringan, arang briket yang dihasilkan cukup diminati karena memiliki nyala api yang lama dan minim asap sehingga ramah lingkungan. Inovasi briket arang ini sangat berpeluang untuk dijadikan bisnis dan diekspor ke luar daerah.

Selasa, 18 Agustus 2026, mahasiswa UNNES Giat 16 bersama Kelompok Tani Desa Limbangan melakukan praktek membuat arang briket di perkebunan kopi. Para petani antusias mengikuti proses pembuatan arang briket secara langsung. Salah seorang petani menanyakan, "Ini takaran antara bubuk kulit kopi yang sudah halus dengan perekat tapiokanya berapa banding berapa, Mas?"

"Kami sangat mengapresiasi Mas, Mbak dari KKN UNNES yang menggagas inovasi berdasarkan potensi yang sudah ada di Desa Limbangan. Ada dua inovasi yang sama-sama berkaitan dengan lingkungan, yaitu pengolahan limbah. Harapannya nanti ide ini dapat menjadi sebuah edukasi untuk masyarakat terkait limbah yang dihasilkan setiap harinya menjadi bernilai ekonomi dan berkelanjutan pengelolaan bank sampahnya." Ujar Ibu Sri Budi Hariyani, Sekretaris Desa Limbangan dalam sambutannya.

Selain pengolahan limbah organik dari kulit kopi, mahasiswa KKN UNNES Giat 16 Desa Limbangan juga memanfaatkan hasil dari bank sampah botol plastik untuk pembuatan gantungan kunci dari tutup botolnya. Proses pembuatannya dengan memotong kecil-kecil tutup botolnya agar dapat mudah dilelehkan dan dicetak berbagai bentuk. Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, pengelolaan bank sampah diharapkan dapat berkelanjutan dan berdampak positif terhadap lingkungan.
Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES bersama pemerintah Desa Limbangan berkolaborasi melalui Tim Giat 16 Desa Limbangan dalam mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) pada poin 8 --- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, poin 12 --- Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan poin 13 --- Penanganan Perubahan Iklim. Inovasi desa ini membuktikan bahwa pencapaian target global SDGs tidak harus selalu dimulai dari proyek besar pemerintah pusat, melainkan bisa tumbuh dari langkah-langkah nyata di tingkat masyarakat desa sesuai dengan tagline Bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa.
Share :